Para murid SMA Pangudi Luhur St. Yohanes melaksanakan penyuluhan yang disampaikan oleh beberapa narasumber, dimana mereka membahas tentang Pergaulan remaja, bahaya penggunaan narkoba, dan hal-hal lain yang berkesinambungan. Kegiatan ini berlangsung di gedung GOR Santo Thomas yang  berada di SMP Pangudi Luhur Santo Albertus. Sosialisasi ini dimaterikan oleh dr. Margaretha Indah Wijilestari, MPH., CRP., dan Ibu Desi Maria Apen.

Pada hari Senin, 24 Agustus 2026 tepatnya pada pukul 07.00 pagi, para murid SMA PL St. Yohanes dengan kompak telah berkumpul di SMP PL St. Albertus untuk melakukan penyuluhan. Para murid masuk ke gedung GOR dengan tertib, yang dilakukan secara bergilir untuk setiap kelasnya. Setelah setiap kelas berkumpul, berbaris, dan duduk dengan rapi, kegiatan penyuluhan dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Pak Martin. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ice breaking yang dilakukan oleh Pak Hartanto untuk mengumpulkan semangat para peserta didik sebelum masuk ke materi yang akan disampaikan oleh narasumber pertama. Kemudian dilanjutkan oleh Bu Manda dan kepala sekolah yakni, Br. Tomas Tefa, FIC yang menyampaikan pembukanya mengenai kegiatan pada pagi hari itu, mengingatkan para peserta didik untuk mendengarkan materi dan mencatat poin-poin penting dari penyampaian narasumber.

Kemudian, narasumber pertama, yakni dr. Margaretha Indah Wijilestari, MPH., CRP, selaku direktur Rumah Sakit Fatimah Ketapang, hadir di depan para peserta didik dan disambut dengan ramai. Dr. Indah melakukan perkenalan, dan menjelaskan biografi dirinya secara singkat, kemudian menyampaikan materinya pada hari itu yang bertemakan Anak Remaja, bukan menjelaskan tentang remaja secara umum, namun menyampaikan bahwa para remaja memiliki kebebasan untuk membuat keputusan yang sehat, berdasarkan keinginan dari mereka sendiri tanpa melibatkan pengaruh dari orang lain. Disini, Dr. Indah mengingatkan para peserta didik untuk mengambil keputusan yang bijak dalam kehidupan, menaati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, serta mengingatkan kita untuk tidak mudah menyerah dari godaan negatif oleh orang lain.

Setelah penyampaian materi dari Dr.Indah, kegiatan dihentikan sejenak untuk waktu istirahat. Para peserta didik diberikan kesempatan untuk makan dan minum, OSIS pada saat itu juga membagikan cemilan kepada seluruh peserta didik sehingga dapat melanjutkan kegiatan dengan energik dan semangat.

Kemudian setelah waktu istirahat selesai, narasumber kedua hadir, yakni Ibu Desi Maria Apen. Ibu Desi menyampaikan materinya terkait perundungan di kalangan para remaja. Ibu Desi memulai dari pengertian perundungan, bentuk-bentuknya, dampak, hingga langkah-langkah sederhana untuk menghentikan perundungan. Ibu Desi tak hanya menyampaikan materinya, namun juga mengundang para peserta didik untuk mendalaminya dengan bertanya kepada beberapa dari mereka, ini merupakan upaya bagus karena dapat melatih kemampuan berpikir secara kritis dan logis.

Kegiatan Penyuluhan ini berjalan dengan komunikatif antara narasumber juga para siswa-siswi, dimana materi-materi mengenai pergaulan remaja yang sehat serta bahaya narkoba dapat tersampaikan dengan baik. Para siswa juga ikut aktif dalam bertanya mengenai apa yang belum mereka pahami maupun hal yang ingin diketahui sehingga hal tersebut turut memberikan pengetahuan tambahan bagi siswa lainnya. Ketertarikan siswa-siswi untuk memahami dan ingin menerapkan materi yang disampaikan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa penyampaian dan tanggapan dari kedua narasumber tersampaikan dengan jelas. Narasumber tidak hanya memberikan pengetahuan secara umum namun juga membantu memahami dari sudut pandang yang berbeda. 

Kegiatan ini menjadi upaya untuk memberikan edukasi dalam pembentukan karakter dan tidak hanya fokus di bidang akademik melainkan juga membangun kesadaran siswa sebagai remaja yang bijak dan positif. Dari kegiatan ini, harapannya siswa-siswi dapat mengenali diri dan lingkungan sekitar, mampu membuat keputusan secara bijak, serta memahami setiap konsekuensi dari keputusan yang diambil. Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini pun dapat menjadikan materi sebagai bekal untuk masa depan.